
Kota Batu – Menjelang akhir tahun pelajaran 2020/2021, setiap pengelola madrasah bergegas mempersiapkan kelulusan siswa-siswinya. Tak terkecuali madrasah di Kota Batu, mulai jenjang Raudhatul Athfal hingga Madrasah Aliyah. Oleh karena itu, Kantor Kementerian Agama (Kankemenag) Kota Batu melalui seksi Pendidikan Madrasah (Pendma) menggelar giat Sosialisasi Petunjuk Teknis Penulisan Blangko Ijazah Madrasah Tahun Pelajaran 2020/2021.
Kegiatan yang berlangsung di MI Miftahul Ulum ini dihadiri oleh 46 peserta dari jenjang Radhatul Athfal, Madrasah Ibtidaiyah, Madrasah Tsanawiyah, dan Madrasah Aliyah pada Jumat pagi (4/6). Kasi Pendma Kankemenag Kota Batu Rohmatulloh memaparkan panduan penulisan ijazah berdasarkan Surat Keputusan Direktur Jenderal Pendidikan Islam No. 1835 tahun 2021.
Selengkapnya: Persiapan Kelulusan, Kemenag Gelar Sosialisasi Penulisan Ijazah Madrasah

Kota Batu – Sebanyak 319 siswa-siswi kelas IX MTsN Kota Batu telah menyelesaikan masa studinya. Mereka menjalani prosesi wisuda di tengah kondisi pandemi di Kota Batu pada Sabtu pagi (29/5). Kegiatan berlangsung secara online dan offline dengan tetap mematuhi protokol kesehatan pencegahan Covid-19. Hanya 30 peserta didik yang mewakili masing-masing kelas hadir secara langsung di Aula MTsN Kota Batu, selebihnya mengikuti rangkaian wisuda melalui kanal Youtube madrasah.
Kegiatan ini dihadiri langsung oleh Kepala Kantor Kementerian Agama Kota Batu dan Ketua Komite Madrasah. Hadir pula Kepala Madrasah beserta jajaran pimpinan, wali kelas, serta perwakilan wali siswa. Rangkaian acara juga diisi dengan penyerahan penghargaan kepada peserta didik berprestasi, yakni terbaik 1-3 Ujian Madrasah dan terbaik 1-3 nilai paralel dari seluruh semester.

Kota Batu – Kepala Kantor Kementerian Agama (Kakankemenag) Kota Batu Nawawi mengatakan, guru-guru Raudhatul Athfal (RA) memiliki peran penting dalam perkembangan anak. Hal ini disampaikan saat memberikan sambutan pengarahan sekaligus membuka giat Pelatihan Pembelajaran Tematik RA di wilayah kerja Kantor Kemenag Kota Batu pada Senin pagi (26/4).

“Guru RA itu peletak pertama dasar kepribadian anak, karena pondasinya ya saat RA, kalau MI MTs MA itu tinggal melanjutkan. Makanya Ibu-Ibu harus bangga dan bersyukur menjadi guru RA, karena tidak semua bisa menjadi guru RA,” tegas Kakankemenag dihadapan 30 peserta guru RA se-Kota Batu di Aula MAN Kota Batu.