Selasa, 26 September 2017

Kunjungan Keluarga Jamaah Haji yang Meninggal di Madinah

Kota Batu (PHU) – Berita duka datang dari Jamaah Haji Tahun 2017 asal Kota Batu. Ibu Remi, Jamaah Haji asal Dusun Durek, Desa Giripurno Kota Batu menghembuskan nafas terakhirnya setelah menjalani perawatan intensif di rumah sakit di Arab Saudi. Almarhumah sebelumnya tidak bisa berbarengan pulang ke tanah air dengan rombongan satu kloternya karena kondisi kesehatan yang tidak memungkingkan, hingga hari ini Selasa (26/9) Kemenag Kota Batu mendapatkan kabar bahwa almarhumah baru saja menghadap Allah SWT.

Kabar duka tersebut kemudian disampaikan langsung oleh Kepala Kantor Kementerian Agama Kota Batu, H.Musta’in kepada keluarga Almarhumah. H. Musta’in dengan beberapa personel Kankemenag Kota Batu langsung bertolak ke rumah duka begitu mendengar kepastian kabar tersebut. Keluarga yang ditinggalkan pun tak kuasa menahan kesedihan begitu mendengar kabar yang disampaikan, air mata keluarga dan tetangga yang mendengar kabar tersebut langsung tumpah sembari mencoba mengikhlaskan kepergian dari anggota keluarganya tersebut.

Kamis, 14 September 2017

Sosialisasi Percepatan Proses Pengurusan Sertifikasi Tanah Wakaf di Kecamatan Bumiaji Kota Batu

Kota Batu (Pensyar) – Rabu (13/9) bertempat di Masjid Baiturrahman Kecamatan Bumiaji, Kemenag Kota Batu bekerjasama dengan BWI menyelenggarakan Sosialisasi Percepatan Proses Pengurusan Sertifikasi Tanah Wakaf. Acara ini diselenggarakan merupakan start awal dari acara yang rencananya dilaksanakan secara maraton mulai tanggal 13-15 September 2017 di seluruh Kecamatan yang ada di Kota Batu. Acara ini dihadiri langsung oleh Kepala Kemenag Kota Batu beserta jajaran Penyelenggara Syariah, Kepala BPN beserta jajarannya, Bagian Kesra Setda Kota Batu, Camat Bumiaji, Pengurus BWI Kota Batu dan Kepala KUA Kecamatan Bumiaji.

Secara garis besar, H. Musta’in, Kakankemenag Kota Batu menyampaikan “Tanah wakaf dan aset-aset keagamaan sangat penting untuk disertifikasi. Tujuannya agar tanah wakaf dan aset keagamaan terlindungi dengan sertifikat sehingga tidak akan hilang dan dijual. Karena itu, masyarakat diminta proaktif untuk mensertifikasi tanah wakaf dan aset keagamaan ke Badan Pertanahan Nasional (BPN)”. Kepala BPN Kota Batu juga menambahkan bahwaprogram sertifikasi tanah wakaf terus digeber karena merupakan bagian dari program sertifikasi tanah di Indonesia.