Selamat datang di Kankemenag Kota Batu

Mari Tegakkan 5M

Monitoring Pelaksanaan Ujian Kesetaraan, Kakankemenag Apresiasi Perjuangan Pondok Pesantren

Kota Batu – Kepala Kantor Kementerian Agama (Kakankemenag) Kota Batu Nawawi mengatakan, perjuangan para kiai, gus, ustadz, ustadzah Pondok Pesantren di Kota Batu patut diapresiasi. Hal ini disampaikan saat melakukan kegiatan monitoring pelaksanaan Ujian Kesetaraan bersama Kepala Seksi Pendidikan Agama dan Keagamaan Islam (Kasi PAKIS) Tri Nugraha Basuki di beberapa Pondok Pesantren di Kota Batu.
“MasyaAllah perjuangannya (kiai-gus-ustadz-ustadzah) itu luar biasa. Karya, dedikasi, dan pengabdiannya ke masyarakat itu nyata. Bisa mengembangkan pondok, membuat program kemasyarakatan, mencetak output berkualitas. Barokah betul,” ujar Nawawi sambil meninjau para santri Pondok Pesantren Hafsah binti Omar Kota Batu mempersiapkan Ujian Kesetaraan pada Senin pagi (15/3).
Kegiatan monitoring diawali dengan bersilaturrahmi kepada Ketua Pokja Pondok Pesantren Gus Imron Fatoni di Pondok Pesantren Manbaul Ulum Sidomulyo Kota Batu. Kakankemenag didampingi Kasi PAKIS mendengarkan aspirasi serta mengapresiasi perjuangan mengembangkan Pondok Pesantren. Kakankemenag juga mengapresiasi kreativitas dan inovasi PP. Manbaul Ulum membuat Joglo Santri dengan konsep ruang belajar lesehan joglo di atas kolam ikan dan menghadap kebun.
Kegiatan monitoring dilanjutkan ke Pondok Pesantren Al-Furqon. Di sana Kasi PAKIS menyerahkan secara simbolis soal Ujian Madrasah kepada pihak pondok dengan disaksikan oleh Kakankemenag. Kakankemenag beserta Kasi PAKIS juga meninjau proses perkembangan pembangunan gedung PP. Al-Furqon yang akan diperuntukkan sebagai ruang belajar dan kamar istirahat.
Suasana berbeda saat mengunjungi Pondok Pesantren Nailul Falah, Kakankemenag dan Kasi PAKIS harus berjalan kaki menuju lokasi pondok yang menanjak. Namun demikian, keduanya mengapresiasi sebab suasana pondok yang tenang membuat kondusif untuk kegiatan pembelajaran.
Sementara itu Kasi PAKIS menegaskan, kegiatan monitoring ini penting agar Pondok Pesantren yang menjadi stakeholder Kemenag merasakan kehadiran dan kontribusi Kemenag. Selain itu juga dapat meninjau secara langsung realita di lapangan agar Kemenag dapat memfasilitasi solusi tepat sasaran. “Biar semua terintegrasi, makanya sebisa mungkin kita bantu, kita fasilitasi,” pungkasnya. (din)

Komentar