Selamat datang di Kankemenag Kota Batu

Mari Tegakkan 5M

Monev Penerima SBSN Oleh Balitbang, Kasi Pendma: Support Sarpras Luar Biasa

Kota Batu – Kepala Seksi Pendidikan Madrasah (Kasi Pendma) Kantor Kementerian Agama (Kankemenag) Kota Batu Rohmatullah mengatakan, dukungan sarana prasarana menjadi faktor penting terhadap mutu madrasah. Hal ini disampaikan saat mendampingi tim Badan Penelitian dan Pengembangan (Balitbang) Kemenag RI dalam kegiatan Monitoring-Evaluasi (Monev) penerima Surat Berharga Syariah Negara (SBSN) di MTs Negeri Kota Batu Senin pagi (22/3).
“Memang support sarpras ini luar biasa, bagaimana ruang-gedung madrasah membuat suasana yang nyaman bagi siswa. Jadi kondusif buat belajar, ya pada akhirnya bisa menghasilkan prestasi yang luar biasa,” ungkap Rohmatullah. Selain itu Rohmatullah juga menambahkan, Kota Batu meskipun wilayah kecil namun mampu bersaing dengan kota-kota besar. Terbukti dengan berbagai prestasi yang telah ditorehkan siswa-siswi MTsN Kota batu. “Yang paling baru siswi sini (MTsN Kota Batu) juara satu Olimpiade Sains tingkat SMP se-Malang Raya. Loh ini kan luar biasa, bisa mengalahkan sekolah-sekolah umum se-Malang. Saya akui memang (MTsN Kota Batu) program-programnya bagus, inovasi, prestasi, terobosan-terobosannya berkualitas,” ujar Rohmatullah kepada tim monev.
Hal serupa juga disampaikan Kepala MTsN Kota Batu Buasim, tiga program unggulan madrasah yakni Program Riset Karya Ilmiah Remaja (KIR), Program Tahfidz, dan Program Olimpiade. Buasim mengatakan keberadaaan gedung mahad sebagai realisasi dana SBSN sangat mendukung program-program unggulan ersebut. “Meskipun kondisi pandemi belum aktif masuk sekolah, tapi gedung ini (mahad) sudah digunakan untuk ruang pembinaan siswa program riset KIR, untuk pembinaan tim olimpiade, untuk tempat pembinaan muroja’ah juga program tahfidz,” tegas Buasim.
Sementara itu Balitbang Kemenag RI menunjuk tim Monev dari Universitas Negeri Jakarta yang terdiri dari tiga orang diantaranya, Gusti Yatmi, Iva Sarifah, dan King Abdul Azis. Ketiganya bertugas melakukan survei kepada stakeholder madrasah dengan mewawancari Kepala Madrasah, Kepala Tata Usaha, perwakilan guru dan siswa. “Kami datang ini bukan mengorek-korek begitu ya Bapak-Ibu, tapi ini kami monitoring sekaligus evaluasi, memastikan apa SBSN ini benar-benar dapat meningkatkan mutu pendidikan. Jadi kita sharing-sharing aja,” pungkas Gusti Yatmi. (din)

Komentar