Selasa, 22 Agustus 2017

Sarasehan Kebangsaan Kota Batu

Kota Batu (humas) –"Dengan diselenggarakan sarasehan ini dimaksudkan dari berbagai agama, etnis, suku bangsa dan budaya dapat menyatu mendukung rasa nasionalisme. Dengan demikian diharapkan mereka memiliki jiwa nasionalisme yang tinggi, bila tidak tumbuh jiwa nasionalime tinggi maka bisa juga terjadi tawuran di berbagai tempat, seperti di kampus yang bisa mengancam kedamaian dan keamanan,” demikian petikan sambutan Pendeta Micha NL Tobing Ketua Umum Badan kerja Sama Gerejawi kota Batu dalam acara Sarasehan Kebangsaan Kota Batu, Senin (21/8).

Dalam rangka menciptakan stabilitas nasional dan memerangi terhadap ancaman keberagaman, sore komunitas lintas etnis, suku, agama se kota Batu dan lembaga social kemasyarakatan menyelenggarakan Sarasehan Wawasan Kebangsaan kaum muda lintas etnis dan agama se kota Batu. Tak ketinggalan pula H. Musta’in, KaKankemenag Kota Batu turut hadir dalam acara tersebut.



Seluruh peserta serentak mendukung adanya forum yang baik seperti ini dengan terselenggarakannya sarasehan yang melibatkan berbagai suku, bangsa, etnis, budaya dan agama, dan diharapkan bisa saling menghormati satu sama lainnya.“Perlu dipahami, dijalankan dan dirayakan oleh semua masyarakat dengan cara yang sederhana bisa menyatu seperti sekarang ini, dan ini perlu dicontoh,” kata ketua Forum Kota Sehat Kota Batu. Menurutnya, bila tidak dipupuk mulai sekarang akan menjadi ancaman terhadap keberagaman etnis, suku bangsa, budaya dan agama.

Senada dengan tokoh-tokoh diatas, H. Musta’in berkata “Kita sebagai yang dikatakan sebagai mayoritas tidak boleh merasa dan berlaku dominan, kalaulah dianggap sebagai mayoritas kita harus hormati keberadaan kaum minoritas, masyarakat dan Pemerintah harus hadir dan harus bertanggung jawab dalam rangka menciptakan suasana aman dan kondusif. Karena Mayoritas dan Monoritas ini tergabung lagi, membaur dalam suatu entitas yang lebih besar lagi, yaitu Masyarakat Kota Batu sebagai bagian dari NKRI”.

Acara ini penting karena bisa mempererat tali silaturohmi, selain itu dinilai bagus bisa menciptakan egalitarian, mendapat perlakuan yang sama tanpa membedakan antara pejabat, kaum minoritas dan mayoritas. Selain acara sarasehan juga dilakukan pengukuhan pengurus Forum pembaharuan Kebangsaan kota Batu dengan ketuanya Ninik Santoso, Pengukuhan pengurus baru itu dilakukan oleh walikota batu Eddy Rumpoko.

Dalam acara itu juga hadir Walikota Batu Eddy Rumpoko, Wakil Walikota Batu Punjul Santoso, Kapolres Batu AKBP Budi Hermanto sekaligus menjadi Nara sumber, Nara sumber lainnya yaitu Muhammad Hasan Bisri Ketua PW GP Ansor Jawa Timur dan Pendeta Natael Hermawan Wasekum PGW dan pengurus FKUB Jawa Timur, serta perwakilan organisasi masyarakat maupun organisasi keagamaan.(S.I.D)

Tidak ada komentar:

Posting Komentar